Duduk termenung disepi malam Terdampar angan ke masa lalu Kegalauan… Serpihan luka memeluk kalbu
Melintas bayang Saat itu… Kau terbaring lemah Sabar menghadap lara Dengan nafas yang tersisa
Duka yang kau simpan Lebur dalam senyuman Tegar melawan pilu Walau maut menantimu
Lewati detik Bersulam harapan Jeritan tangis Menjadi irama Mengiringi kepergianmu
Ayah…. Rinduku untukmu Ingin selalu di dekatmu Do’a dariku yang tak pernah putus Setia mengiring dikau disana Senyumlah ayah Di samping Tuhan Selamanya……!! Yang Selalu MerinduiMU : Amiruddin Omar
Ibu...! Aku tahu... Semua letihmu itu tulus Dan...akupun tahu Bukan apa-apa yang engkau ingin Engkau tak pernah inginkan apa-apa
Ibu...! Dulu engkau pernah berkata Cepatlah besar anakku ! Jadilah engkau seorang dewasa Yang membanggakan hati Ibu
Ibu...! Segala yang ada padaku Tak kan pernah ada Tanpa ikhlas dan redha darimu
Ibu...! Sabdamu adalah do'a Do'a yang nyaring terdengar Dan pasti... didengar !
Bukan gelimang harta tuk membalas Bukan pula, tahta dan mahkota Bhakti, taat... menjaga hati Itu saja...cari dan mesti kau beri
Ibu... adalah wanita yang telah melahirkanku menjaga ku membesarkanku mendidikku hingga diriku telah dewasa
Ibu... adalah wanita yang selalu ada tatkala aku dalam buaian tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri tatkala perutku terasa lapar dan haus tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam
Ibu... adalah wanita yang penuh perhatian bila aku sakit bila aku terjatuh bila aku menangis bila aku kesepian
Ibu... telah kupandang wajahmu diwaktu tidur terdapat sinar yang penuh dengan keredhaan terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang terdapat sinar kelelahan karana aku
Ibu... Siapalah diriku tampa mu Kini engkau sudah pergi mengikut takdir Ilahi Tinggal aku terkapai sepi,mencari erti hidup hakiki Ku sedekahkan Al Fatihah sebagai penghubung Kasih, Dikala aku merinduimu. Semoga Dikau tenang di alam sana.
Terima Kasih Ibu, Ikhlas Dari Anakmu ini : Amiruddin Omar